Malam yang dingin
udaranya berdetam detum guruh bersuara dilangit tanpa henti. Air hujan mulai
membasahi malam kesunyian. Turunnya air hujan ibarat butir-butir mutiara tapi lama
kelamaannya menyakitkan badan. Kesunyian diriku dipenuhi dengan penuh duka. Permainan
minda mencurah-curah bertanya tentang diri sendiri. Adakah hujan lebat itu
merupakan peluru, mata panah atau jarum yang sering menghentam jiwaku ini? Adakah
ianya satu ilusi hidup atau dimensi tidur yang diganggu? Atau ianya hanya duka
kepiluan diri yang selama ini bersabar dengan hidup?
- Get link
- X
- Other Apps



Comments
Post a Comment